ENVIRONMENT MANAGEMENT SYSTEM ( EMS ) { ISO 14000,14001,14010,14020-14024,14041-14044 }
Apa Itu ISO?
(International Organization for Standardization),
atau lebih dikenal sebagai ISO, adalah salah satu standar internasional dalam
sebuah sistem manajemen untuk pengukuran mutu organisasi. Mereka memegang
peranan penting dalam mengukur bagaimana kredibilitas perusahaan yang ingin
bersaing secara global dan juga adalah salah satu cara untuk meningkatkan
sistem manajemen mutunya.
Mereka yang memiliki sertifikasi ISO akan memiliki
kemungkinan lebih untuk memenangkan kompetisi pasar. Hal itu disebabkan karena
adanya jaminan kualitas dari produk atau jasa yang ditawarkan, serta
kepercayaan konsumen akan brand terkait.
Standardisasi industri adalah suatu kenyataan yang
diperlukan di dalam suatu sektor industri tertentu bila mayoritas barang dan
jasa yang dihasilkan harus memenuhi suatu standar yang telah dikenal. Standar
seperti ini perlu disusun dari kesepakatan-kesepakatan melalui konsensus dari
semua pihak yang berperan dalam sektor tersebut, terutama dari pihak produsen,
konsumen, dan seringkali juga pihak pemerintah. Mereka menyepakati berbagai
spesifikasi dan kriteria untuk diaplikasikan secara konsisten dalam memilih dan
mengklasifikasikan barang, sarana produksi, dan persyaratan dari jasa yang
ditawarkan. Tujuan penyusunan standar adalah untuk memfasilitasi perdagangan,
pertukaran, dan alih teknologi melalui :
- Peningkatan mutu dan kesesuaian produksi pada tingkat harga yang layaK
- Peningkatan kesehatan, keamanan dan perlindungan lingkungan, dan pengurangan limbah
- Kesesuaian dan keandalan inter-operasi yang lebih baik dari berbagai komponen untuk menghasilkan barang maupun jasa yang lebih baik
- Penyederhanaan perancangan produk untuk peningkatan keandalan kegunaan barang dan jasa
- Peningkatan efisiensi distribusi produk dan kemudahan pemeliharaannya
Manfaat yang dapat diperoleh sebuah perusahaan
dengan adanya sertifikasi ISO sebagai standar perusahaan tersebut diantaranya :
1. Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan Serta
Kepercayaan Pelanggan
Dengan menerapkan sistem manajemen mutu, sebuah
perusahaan akan dapat menjamin kredibilitas mereka. Yang dimaksud kredibilitas
di sini adalah kendali proses dan prosedur sebuah perusahaan dimana memastikan
apabila terdapat sesuatu yang tidak beres maka antisipasi akan dilakukan dengan
cepat. Pada akhirnya kredibilitas ini akan menghasilkan nilai positif dalam
kepuasan pelanggan.
2. Jaminan Atas Kualitas dengan Standar Internasional
Untuk mendapatkan Standardisasi ISO sebuah
perusahaan harus melalui sebuah siklus pasti yang dikenal dengan PDCA yakni
identifikasi, analisa, dan eksekusi sebuah penyelesaian masalah untuk menjamin
mutu internasional. Siklus atau prinsip ini adalah prinsip internasional yang
juga diterapkan di segala jenis industri.
3. Menghemat Biaya
Standar ISO akan memungkinkan suatu perusahaan untuk
menerapkan sistem manajemen khusus yang membantu mereka untuk mengetahui
kinerja perusahaan secara menyeluruh. Jika ada indikasi bahwa produk akan gagal
atau kinerja perusahaan menurun maka antisipasi akan segera dilakukan. Hal itu
juga secara tidak langsung berarti mencegah kemungkinan pemborosan anggaran
terkait produk atau kinerja yang buruk tersebut.
4. Mengoptimalkan Kinerja Karyawan
Kembali kepada prinsip manajemen mutu, semua prinsip
tersebut ditetapkan untuk dapat diikuti oleh seluruh karyawan dari level staff
hingga level eksekutif dalam sebuah perusahaan. Hal ini akan memacu para
karyawan untuk dapat menjaga kualitas, efisiensi, serta produktivitas mereka
dalam standar ISO yang telah ditetapkan sebelumnya.
5. Meningkatkan Image Perusahaan
Salah satu keuntungan paling jelas dari perusahaan
yang telah mendapatkan sertifikasi ISO adalah tentunya image atau brand
perusahaan akan menjadi jauh lebih positif.
Sejarah ISO 14000 di Indonesia
Bulan Juni 1991 ISO membentuk SAGE (Strategic
Advisory Group on the Environment) yang merekomendasikan pembentukan standar
manajemen lingkungan.Bulan Januari 1993 Definisidibentuklah Technical Committee
atau TC 207 yang bertugas menggembangkan ISO seri 14000 Dalam menjalankan
tugasnya ISO/TC 207 dibagi dalam enam sub komite (SC) dan satu kelompok kerja
(WG) yaitu :
· Sub-komite 2, SC-2 : Audit Lingkungan (AL)
· Sub-komite 3, SC-3 : Pelabelan Lingkungan
(Ekolabel)
· Sub-komite 4, SC-4 : Evaluasi Kinerja Lingkungan
· Sub-komite 5, SC-5 : Analisis Daur Hidup
· Sub-komite 6, SC-6 : Istilah dan Definisi
Seiring dengan perumusan Standar Internasional ISO
seri 14000 untuk bidang manajemen lingkungan sejak 1993, maka Indonesia sebagai
salah satu negara yang aktif mengikuti perkembangan ISO seri 14000 telah
melakukan antisipasi terhadap diberlakukannya standar tersebut. Dalam hal
tersebut, dilakukan berbagai pembentukan Kelompok Kerja Nasional ISO 14000 oleh
Bapedal pada tahun 1995 untuk membahas draf standar ISO tersebut sejak tahun
1995. Anggota Kelompok Kerja tersebut berasal dari berbagai kalangan, baik
Pemerintah, Swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, maupun pakar pengelolaan
lingkungan.
Perumusan standar ISO 14000 series diprakarsai dunia usaha sebagai kontribusi terhadap pencapaian Pembangunan Berkelanjutan yang disepakati dalam KTT Bumi di Rio de Janeiro Tahun 1992. Wakil pihak pemerintah, dunia usaha, pakar, praktisi dan pihak lain yang berkepentingan terlibat dalam perumusan standar tersebut ,ISO 14000 series mencakup beberapa kelompok perangkat pengelolaan lingkungan atau seri standar ynsg terdiri dari:
1.
ISO
seri 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan (SML)
2.
ISO
seri 19011 tentang Audit Sistem Mutu dan Lingkungan
3.
ISO
seri 14020 tentang Label Lingkungan (Environment Labbeling)
4.
ISO
seri 14030 tentang Evaluasi Unjuk Kerja Lingkungan
5.
ISO
seri 14040 tentang Analisa Daur Hidup Produk
6.
ISO
seri 14050 tentang Istilah dan Definisi
ISO 14000 adalah serangkaian standar pengelolaan,
panduan, dan teknis pengelolaan sukarela internasional. Standar tersebut
menetapkan persyaratan untuk menetapkan kebijakan lingkungan , menentukan
dampak lingkungan dari produk atau layanan, merencanakan tujuan lingkungan,
melaksanakan program untuk mencapai tujuan, dan melakukan tindakan perbaikan
dan tinjauan manajemen.
Tujuan utama dari rangkaian standar ISO 14000 adalah
untuk mempromosikan sistem manajemen lingkungan yang efektif dalam organisasi.
Standar berusaha menyediakan alat hemat biaya yang memanfaatkan praktik terbaik
untuk mengatur dan menerapkan informasi tentang pengelolaan lingkungan.
Keluarga ISO 14000 dikembangkan sebagai tanggapan
terhadap kebutuhan industri yang diakui akan standarisasi. Dengan pendekatan
organisasi yang berbeda terhadap pengelolaan lingkungan, perbandingan sistem
dan kolaborasi telah terbukti sulit.
MANFAAT DAN
PENTINGNYA ISO 14000
Manfaat dari ISO 14000 adalah :
a. Pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan
efisien dalam organisasi
b. Untuk menyediakan tools yang berguna dan
bermanfaat dan fleksibel sehingga mencerminkan organisasi yang baik.
c. Dapat mengidanfikasi, memperkirakan dan mengatasi
resiko lingkungan yang mungkin timbul.
d. Dapat menekan biaya produksi dapat mengurangi kecelakan
kerja, dapat memeliharahubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak –
pihak yang peduli terhadap lingkungan.
f. Dapat meningkat citra perusahaan,meningkatkan
kepercayaan konsumen dan memperbesar pangsa pasar.
g. Menunjukan ketaatan perusahaan terhadap perundang
– undangan yang berkaitan dengan lingkungan.
h. Mempermudah memperoleh izin dan akses kredit
bank.
i. Dapat meningkatakan motivasi para pekerja.
ELEMEN ISO 14000
Elemen ISO 14000 yang terkait dengan operasi perusahaan adalah :
a.Polusi udara
b.Pembuangan ke sumber air
c. Pasokan air dan pengolahan limbah domestik
d.Limbah dan bahan – bahan berbahaya
e. Gangguan
f.Bunyi/kebisingan dan getaran
g.
Radiasi
h. Perencanaan fisik
i. Pengembangan perkotaan
j. Gangguan bahan / material
k.Penggunaan energi
l. Keselamatan dan kesehatan kerja karyawan
ISO 14000 series mencakup beberapa kelompok
perangkat pengelolaan lingkungan atau seri standar ynsg terdiri dari:
1. ISO
seri 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan (SML)
2. ISO
seri 19011 tentang Audit Sistem Mutu dan Lingkungan
3. ISO
seri 14020 tentang Label Lingkungan (Environment Labbeling)
4. ISO
seri 14030 tentang Evaluasi Unjuk Kerja Lingkungan
5. ISO
seri 14040 tentang Analisa Daur Hidup Produk
6. ISO
seri 14050 tentang Istilah dan Definisi
Hirarki limbah mengacu pada 3R dari mengurangi,
menggunakan kembali, dan daur ulang, yang mengklasifikasikan strategi
pengelolaan sampah. 3R dimaksudkan untuk menjadi sebuah hirarki, dalam rangka
kepentingan. Namun di Eropa hirarki limbah memiliki 5 langkah, “reduce, reuse,
recycle” – (Mengurangi, menggunakan kembali, daur ulang), pemulihan, dan
pembuangan.
Mengolah limbah lebih lanjut
Dari 3R kategori ke lima di bagian atas pilihan yang
kita miliki. Umumnya, opsi kelima yaitu membuang yang terendah pada daftar
tersebut, yang paling tidak diinginkan.
Mengurangi – untuk membeli lebih sedikit dan
menggunakan lebih sedikit. Menggabungkan ide-ide akal sehat seperti mematikan
lampu, tong hujan, dan mengambil shower lebih pendek, tetapi juga memainkan
bagian dalam kompos / Grasscycling (energi transportasi berkurang), toilet
rendah aliran, dan termostat diprogram. Termasuk istilah Re-think, Precycle,
Carpool, Efficient, dan Environmental Footprint.
- Reuse – yang dimaksud pada elemen item ini adalah yang dibuang digunakan lagi (mengunakan kembali). Inisiatif termasuk Hand-Me-Downs, Garage Sales, Quilting, Travel Mugs, dan Composting (nutrients). Includes the terms Laundry, Repair, Regift, dan Upcycle.
- Recycle – membuang dipisahkan menjadi bahan yang dapat dimasukkan ke dalam produk-produk baru. Ini berbeda dari Reuse dalam energi yang digunakan untuk mengubah sifat fisik material. Inisiatif termasuk kompos, Minuman Container Simpanan dan membeli produk dengan kandungan tinggi dari material pasca-konsumen.
- Generate (Hasilkan) – memilah bahan yang bermanfaat untuk limbah dan dijadikan untuk program energi. Termasuk Koleksi Metana, Gasifikasi/Pencernaan, dan perbaikan yang panjang.
- Incinerate (Membakar) – suhu tinggi kerusakan material. Berbeda dari Gasifikasi di oksigen yang digunakan; berbeda dari pembakaran dalam suhu tinggi mengkonsumsi bahan efisien dan emisi dikendalikan.
- Devastate (Menghancurkan) – untuk membuang ke lingkungan alam, atau untuk “sampah” planet ini. Termasuk Litter, Burn Barrels, Unnecessary Vehicle Idling, dan Dumping discards (tanah) onto land or into water (air).
Apa itu ISO 14001?
ISO 14001 adalah standar internasional yang paling
dikenal untuk sistem manajemen lingkungan. Ini digunakan di seluruh dunia.
Sifat ISO 14001 memungkinkannya diterapkan pada rangkaian lengkap sektor
bisnis, cakupan, dan aktivitas. Ini adalah standar yang benar-benar universal,
yang merupakan salah satu manfaatnya. Ini menyediakan kerangka kerja dimana
organisasi dapat memberikan peningkatan kinerja lingkungan sesuai dengan
komitmen kebijakan lingkungannya.
Standar tersebut menentukan persyaratan bagaimana
cara proaktif mencapai hasil yang diharapkan berikut ini:
·
Pahami bagaimana aspek penting dapat
dikelola, menerapkan kontrol yang diperlukan dan menetapkan tujuan yang jelas
untuk memperbaiki kinerja lingkungan
·
Menetapkan kebijakan dan tujuan
lingkungannya.
·
Mengelola kewajibannya untuk mematuhi
persyaratan hukum dan persyaratan yang berlaku serta kewajiban pemangku
kepentingan lainnya, dan untuk secara teratur memeriksa status kepatuhan.
·
Terus memperbaiki sistem manajemen untuk
meningkatkan kinerja lingkungannya.
ISO 14001 dirancang agar kompatibel dan diselaraskan
dengan standar sistem manajemen yang diakui lainnya, termasuk ISO 9001. Oleh
karena itu, ideal untuk integrasi ke dalam sistem manajemen dan proses yang
ada.
Apa itu ISO 14001 | Tujuan ISO 14001 adalah untuk
memungkinkan organisasi dari semua jenis atau ukuran untuk mengembangkan dan
menerapkan kebijakan yang berkomitmen untuk bertanggung jawab pada lingkungan;
seperti keberlanjutan sumber daya, pencegahan polusi, mitigasi perubahan iklim
dan minimalisasi dampak lingkungan.
Manfaat Mendapatkan Sertifikat ISO 14001 adalah
khususnya bagi produsen, sebagai berikut:
·
Meminimasi potensi konflik antara
pekerja dengan pengusaha dalam penyediaan lingkungan kerja yang layak dan sehat
dan meningkatkan produktivitas pekerja melalui efisiensi waktu dan biaya.
·
Menjembatani pemenuhan peraturan
lingkungan dengan lebih terencana dan terstruktur.
·
Penggunaan sumber daya alam yang lebih
bijaksana menuju terciptanya eko-efisiensi.
·
Menjaga citra bisnis industri yang
selama ini sering dikaitkan secara negatif dengan pencemaran lingkungan
Manfaat Mendapatkan Sertifikat ISO 14001 adalah
khususnya bagi lingkungan, sebagai berikut:
·
Berkurangnya pencemaran lingkungan
melalui penurunan penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya.
·
Pengurangan limbah berbahaya dan dapat
mengurangi gangguan sosial yang berasal dari keberadaan industri itu sendiri
misalnya, mengurangi kebisingan, polusi air, polusi udara, kemacetan, dan
social responsibilty.
ISO 14010
Standar ini dimaksudkan untuk digunakan baik untuk
audit EMS, lingkungan, atau audit kepatuhan. Kegiatan seperti studi dampak
lingkungan dan prosedur terkait lainnya dapat bekerja dengan atau tanpa
menggunakan ISO 14010.
Karena standar tersebut mencoba mencakup semua jenis
audit lingkungan, hal itu berbicara secara umum. Misalnya, ruang lingkup audit
diserahkan kepada klien. Secara umum, standar ISO 14010 memaparkan pedoman
sederhana untuk audit:
·
Auditor harus objektif, mandiri, dan
kompeten. (Lihat ISO 14012)
·
Auditor harus bertindak dengan
profesionalisme, kerahasiaan, dan kebijaksanaan berdasarkan perintah klien.
·
ISO 14011 harus diikuti dengan prosedur
audit yang ketat dan sistematis.
·
Kriteria audit harus ditetapkan sebelum
audit, bukti dikumpulkan untuk membandingkan dengan kriteria, dan temuan
ditulis berdasarkan perbandingan ini.
·
Tingkat kepastian dan risiko dalam
temuan harus ditetapkan.
·
Laporan tertulis harus diserahkan ke
klien.
ISO 14020-14024
·
Tipe II adalah label atribut tunggal
yang dikembangkan oleh produsen;
·
Tipe III adalah eko-label yang
pemberiannya didasarkan pada penilaian siklus hidup yang lengkap.
Keluarga
standar adalah sebagai berikut:
- ISO 14020( Pelabelan Lingkungan: Prinsip Umum )
Aplikasi
: Menetapkan sembilan prinsip umum yang tidak hanya berlaku untuk skema
pelabelan namun juga untuk semua klaim lingkungan, yang dirancang untuk
mempromosikan informasi yang akurat, dapat diverifikasi, dan relevan.
2. ISO
14021 (Label dan Deklarasi Lingkungan: Pernyataan Diri Klaim, Persyaratan dan
Definisi Lingkungan )
Aplikasi
: Menetapkan persyaratan untuk label Tipe II, yaitu klaim lingkungan yang
dibuat untuk barang dan jasa oleh produsen
3. ISO
14022 (Label dan Deklarasi Lingkungan:
Pernyataan Diri Klaim Lingkungan, Simbol )
Aplikasi
:Mempromosikan standarisasi istilah dan simbol yang digunakan dalam klaim
lingkungan, misalnya 'konten daur ulang'
4. ISO
14023 (Label dan Deklarasi Lingkungan: Pernyataan Diri Klaim, Pengujian dan
Verifikasi Lingkungan)
Aplikasi
:(Saat ini sedang ditinjau)
5. ISO
14024 (Label dan Deklarasi Lingkungan: Pelabelan Lingkungan Tipe I, Prinsip dan
Prosedur Panduan)
Aplikasi
: Memberikan panduan untuk mengembangkan program yang memverifikasi atribut
lingkungan suatu produk melalui meterai persetujuan
ISO
14041-14044
Life
Cycle Analisis ( LCA ): ISO 14044: 2006 menetapkan persyaratan
dan memberikan pedoman untuk penilaian siklus hidup (LCA) termasuk: definisi
tujuan dan cakupan LCA, tahap analisis persediaan siklus hidup (LCI), fase
penilaian dampak siklus hidup (life cycle impact assessment / LCIA), kehidupan
fase interpretasi siklus, pelaporan dan tinjauan kritis terhadap LCA, batasan
LCA, hubungan antara fase LCA, dan kondisi penggunaan pilihan nilai dan elemen
opsional.
ISO
14044: 2006 mencakup studi siklus hidup (LCA) dan studi siklus hidup (LCI).
Manfaat ISO 14041:
a) Pengelolaan
lingkungan yang lebih efektif dan efisien dalam organisasi
b)
Untuk menyediakan tools yang berguna dan bermanfaat dan fleksible sehinggal
mencerminkan organisasi yang baik
c)
Dapat mengidentifikasi, memperkirakan dan mengatasi resiko lingkugan yang
mungkin timbul
d)
Dapat menekan biaya produksi dapat mengurangi kecelakaan kerja, dapat
memelihara hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak yang
peduli terhadap lingkungan
e)
Memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak manajemen puncak
terhadap lingkungan
f)
Dapat meningkatkan citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan
memperbesar pangsa pasar
g)
Menunjukan ketaatan perusahaan terhadap
perundang-undangan yang berkaitan dengan lingkungan
h)
Mempermudah memperoleh izin dan akses kredit bank
i) Dapat meningkatkan motivasi para pekerja
Daftar pusaka :
https://www.iso.org/standard/38498.html&prev=search


Comments
Post a Comment